Categories
Informasi Pendidikan

Prinsip Dasar Asuransi

Prinsip Dasar Asuransi

 

  • Insurable Interest, yaitu merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungjawabkan suatu risiko yang berkaitan degan keuangan, yang diakui dengan sah antara pihak tertanggung dengan sesuatu yang dipertanggungkan.
  • Utmost Good Faith, yaitu menetapkan persetujuan didasarkan pada itikad baik.
  • Indemnity, yaitu mengembalikan posisi keuangan pihak tertanggung setelah terjadinya kerugian.
  • —Proximate Cause, yaitu suatu sebab aktif, efisien, yang mengakibatkan peristiwa berantai tanpa intervensi kekuatan lain, yang diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.
  • Subrogation and Contribution, yaitu merupakan hak penanggung, yang telah memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung, untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan terjadinya kerugian.

 

Tujuan Asuransi

  1. Pencegahan kerugian diharapkan memberikan keuntungan tertentu.
  2. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian.
  3. Keikutsertaan masyarakat pada salah satu perusahaan asuransi maka dapat mengetahui besarnya risiko yang mungin terjadi dan besarnya kerugian yang dapat dialami.

 

Manfaat Asuransi

  • Rasa aman.
  • Pembagian biaya dan manfaat.
  • Polis asuransi dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan yang lain.
  • Berfungsi dari tabungan.
  • Alat penyebaran risiko.
  • Meningkatkan kegiatan usaha.

 

Jenis-jenis asuransi berdasarkan usaha

  • Usaha Asuransi Kerugian
  • Usaha Asuransi Jiwa
  • Usaha Reasuransi

 

Bukti dalam asuransi

  • Polis asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi.
  • Premi asuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/